Setelah sebelumnya kita memetakan kekuatan kita: yaitu kegiatan-kegiatan mana yang kita sukai dan kita bisa, yang mana kegiatan ini akan memberikan kebahagiaan kepada kita atau kegiatan yang sebenarnya tidak perlu kita lakukan karena menurunkan indeks kebahagiaan dan saya sendiri sudah menuliskan lima kegiatan yang saya bisa dan membuat saya bahagia.
Maka sekarang, kita memetakan skill apa saja yang kita perlukan untuk mengoptimalkan kebahagiaan kita dalam menjalankan aktivitas-aktivitas tersebut.
Sebelumnya saya menuliskan lima hal yang saya bisa dan suka, yaitu:
- Bermain dengan anak
- Belajar hal baru
- Berkomunitas (bertemu dengan orang dan gagasan baru)
- DIY Natural bodycare & Skincare
- Belajar pendidikan anak
Ada dua item belajar yang saya masukkan, sementara yang ada hal lain yang saya sukai tetapi tidak masuk dalam telur hijau. Maka, di jurnal kali ini saya merevisi telur hijau saya agar saya sendiri lebih maksimal dalam belajar skill atau keterampilan pendukung agar kebahagiaan saya optimal.
Saya meniadakan belajar hal baru dan belajar pendidikan anak. Semuanya sudah termaktub dalam bermain dengan anak. Bermain dengan anak meniscayakan saya untuk senantiasa mempelajari hal-hal pendukung agar kegiatan bermain tetap membahagiakan bagi saya. Di antaranya adalah belajar tentang pendidikan anak: berbagai metode belajar, berbagai permainan anak, cara mendongeng, DIY mainan anak, bagaimana caranya bermain karakter dan lain sebagainya. Sementara belajar hal baru merupakan hal abstrak yang saya tuliskan karena memang sejatinya saya senang belajar. Saya menggantinya dengan bermain dan mendengarkan musik, walaupun kemampuan saya bermain musik masih sangat baru (saya baru belajar bermain alat musik beberapa bulan ini), tetapi ini membuat saya rileks dan bahagia. Memang tujuan awalnya ini menjadi katarsis bagi saya sendiri yang sedang belajar mengelola emosi.
Saya meniadakan belajar hal baru dan belajar pendidikan anak. Semuanya sudah termaktub dalam bermain dengan anak. Bermain dengan anak meniscayakan saya untuk senantiasa mempelajari hal-hal pendukung agar kegiatan bermain tetap membahagiakan bagi saya. Di antaranya adalah belajar tentang pendidikan anak: berbagai metode belajar, berbagai permainan anak, cara mendongeng, DIY mainan anak, bagaimana caranya bermain karakter dan lain sebagainya. Sementara belajar hal baru merupakan hal abstrak yang saya tuliskan karena memang sejatinya saya senang belajar. Saya menggantinya dengan bermain dan mendengarkan musik, walaupun kemampuan saya bermain musik masih sangat baru (saya baru belajar bermain alat musik beberapa bulan ini), tetapi ini membuat saya rileks dan bahagia. Memang tujuan awalnya ini menjadi katarsis bagi saya sendiri yang sedang belajar mengelola emosi.
Di jurnal kali ini, lima hal yang saya tuliskan sebagai keterampilan yang perlu saya pelajari adalah:
- Perencanaan dan pengelolaan finansial.
Ini menjadi krusial bagi keluarga kami, karena saya senang bermain luar ruang dengan anak, maka walaupun saya senang memasak, saya tidak selalu bisa memasak (karena waktu dan kondisi yang tidak selalu memungkinkan), maka membeli makanan matang merupakan pilihan paling memungkinkan. Tantangan untuk pilihan ini adalah uang yang dikeluarkan lebih banyak dibandingkan kita memasak sendiri. Maka, perencanaan dan pengelolaan keuangan yang matang menjadi kunci agar cash flow keluarga kami tidak terganggu.
Ini merupakan ilmu baru bagi saya, walaupun saya sudah mempraktikkan upaya-upaya pengelolaan keuangan, tetapi saya masih merasa belum optimal. Mungkin suatu saat saya perlu ikut pelatihan financial planning agar lebih terstruktur lagi. - Time Management.
Saya seringkali lupa waktu ketika bermain dengan anak, karenanya saya harus membatasi diri saya sendiri agar waktu saya dapat digunakan untuk mengerjakan hal lain, sekalipun itu bukan hal yang saya suka, tetapi memang perlu untuk dikerjakan. - Food Prep + Ilmu gizi
Saya senang bermain masak-masakan (karena bagi saya memasak adalah sebuah aktivitas yang wow, maka bermain masak-masakan menjadi pilihan. Kadang masakan saya tidak selalu berhasil, jadi ya bermain saja), tetapi waktu saya untuk memasak tidak selalu tersedia. Seringkali saya harus memilih, memasak atau bermain dengan anak (karena manajemen waktu yang buruk), maka saya akan mulai belajar menerapkan food prep mingguan dan ilmu gizi, agar meskipun saya siapkan tiap minggu, tetapi tetap memenuhi kebutuhan gizi anak. Sehingga, harapan saya ke depannya saya tidak perlu lagi memilih untuk bermain dengan anak atau memasak. - Berbagai ilmu pendidikan dan kemampuan mendongeng
Ini seharusnya mendukung kesenangan saya bermain dengan anak. Seringkali saya bosan bermain dengan anak karena kami bermain itu-itu saja. Anak dengan imajinasinya, dan saya terbentur pada imajinasi yang sudah mulai terbatas dengan dunia nyata yang sudah banyak saya lihat. wkwkwk
Maka, saya harus lebih aktif dan kreatif dalam menentukan permainan yang akan saya lakukan dengan anak. Dan permainan itu harus mendukung tumbuh kembangnya agar ini menjadi kegiatan yang menyenangkan sekaligus mengenyangkan budi. - Manajemen Emosi
Ini adalah tantangan yang sedang saya alami. Karena ketika saya menginginkan sesuatu terkadang saya terlalu menggebu-gebu sehingga mengesampingkan perasaan dan kebutuhan tubuh saya sendiri. Akhirnya saya penat. Saya jengah dengan banyak hal. Lalu saya merasa seluruh pekerjaan yang saya lakukan tidak memberikan feedback yang baik kepada kehidupan saya. Dan ini menjadi siklus, akhirnya kesehatan jiwa saya terganggu. Jadi manajemen emosi ini menjadi keterampilan krusial yang perlu saya pelajari agar saya tidak "tersesat" dalam kehidupan saya sehari-hari.
#janganlupabahagia
#jurnalminggu2
#materi2
#bundacekatan
#buncekbatch1
#buncekIIP
#institutibuprofesional
#kelastelur