Follow Us @avonturnetwork

Monday, December 23, 2019

Meta Kognisi - Jurnal 2 - Kelas Telur

5:14 AM 0 Comments
Belajar caranya belajar adalah inti dari materi kedua yang disampaikan. Caranya bagaimana?
Setelah sebelumnya kita memetakan kekuatan kita: yaitu kegiatan-kegiatan mana yang kita sukai dan kita bisa, yang mana kegiatan ini akan memberikan kebahagiaan kepada kita atau kegiatan yang sebenarnya tidak perlu kita lakukan karena menurunkan indeks kebahagiaan dan saya sendiri sudah menuliskan lima kegiatan yang saya bisa dan membuat saya bahagia.
Maka sekarang, kita memetakan skill apa saja yang kita perlukan untuk mengoptimalkan kebahagiaan kita dalam menjalankan aktivitas-aktivitas tersebut.
Sebelumnya saya menuliskan lima hal yang saya bisa dan suka, yaitu: 
  1.  Bermain dengan anak
  2. Belajar hal baru 
  3. Berkomunitas (bertemu dengan orang dan gagasan baru)
  4. DIY Natural bodycare & Skincare 
  5. Belajar pendidikan anak
Ada dua item belajar yang saya masukkan, sementara yang ada hal lain yang saya sukai tetapi tidak masuk dalam telur hijau. Maka, di jurnal kali ini saya merevisi telur hijau saya agar saya sendiri lebih maksimal dalam belajar skill atau keterampilan pendukung agar kebahagiaan saya optimal.

Saya meniadakan belajar hal baru dan belajar pendidikan anak. Semuanya sudah termaktub dalam bermain dengan anak. Bermain dengan anak meniscayakan saya untuk senantiasa mempelajari hal-hal pendukung agar kegiatan bermain tetap membahagiakan bagi saya. Di antaranya adalah belajar tentang pendidikan anak: berbagai metode belajar, berbagai permainan anak, cara mendongeng, DIY mainan anak, bagaimana caranya bermain karakter dan lain sebagainya. Sementara belajar hal baru merupakan hal abstrak yang saya tuliskan karena memang sejatinya saya senang belajar. Saya menggantinya dengan bermain dan mendengarkan musik, walaupun kemampuan saya bermain musik masih sangat baru (saya baru belajar bermain alat musik beberapa bulan ini), tetapi ini membuat saya rileks dan bahagia. Memang tujuan awalnya ini menjadi katarsis bagi saya sendiri yang sedang belajar mengelola emosi.



Di jurnal kali ini, lima hal yang saya tuliskan sebagai keterampilan yang perlu saya pelajari adalah:
  1. Perencanaan dan pengelolaan finansial.
    Ini menjadi krusial bagi keluarga kami, karena saya senang bermain luar ruang dengan anak, maka walaupun saya senang memasak, saya tidak selalu bisa memasak (karena waktu dan kondisi yang tidak selalu memungkinkan), maka membeli makanan matang merupakan pilihan paling memungkinkan. Tantangan untuk pilihan ini adalah uang yang dikeluarkan lebih banyak dibandingkan kita memasak sendiri. Maka, perencanaan dan pengelolaan keuangan yang matang menjadi kunci agar cash flow keluarga kami tidak terganggu.
    Ini merupakan ilmu baru bagi saya, walaupun saya sudah mempraktikkan upaya-upaya pengelolaan keuangan, tetapi saya masih merasa belum optimal. Mungkin suatu saat saya perlu ikut pelatihan financial planning agar lebih terstruktur lagi.
  2. Time Management.
    Saya seringkali lupa waktu ketika bermain dengan anak, karenanya saya harus membatasi diri saya sendiri agar waktu saya dapat digunakan untuk mengerjakan hal lain, sekalipun itu bukan hal yang saya suka, tetapi memang perlu untuk dikerjakan.
  3. Food Prep + Ilmu gizi
    Saya senang bermain masak-masakan (karena bagi saya memasak adalah sebuah aktivitas yang wow, maka bermain masak-masakan menjadi pilihan. Kadang masakan saya tidak selalu berhasil, jadi ya bermain saja), tetapi waktu saya untuk memasak tidak selalu tersedia. Seringkali saya harus memilih, memasak atau bermain dengan anak (karena manajemen waktu yang buruk), maka saya akan mulai belajar menerapkan food prep mingguan dan ilmu gizi, agar meskipun saya siapkan tiap minggu, tetapi tetap memenuhi kebutuhan gizi anak. Sehingga, harapan saya ke depannya saya tidak perlu lagi memilih untuk bermain dengan anak atau memasak.
  4. Berbagai ilmu pendidikan dan kemampuan mendongeng
    Ini seharusnya mendukung kesenangan saya bermain dengan anak. Seringkali saya bosan bermain dengan anak karena kami bermain itu-itu saja. Anak dengan imajinasinya, dan saya terbentur pada imajinasi yang sudah mulai terbatas dengan dunia nyata yang sudah banyak saya lihat. wkwkwk
    Maka, saya harus lebih aktif dan kreatif dalam menentukan permainan yang akan saya lakukan dengan anak. Dan permainan itu harus mendukung tumbuh kembangnya agar ini menjadi kegiatan yang menyenangkan sekaligus mengenyangkan budi. 
  5. Manajemen Emosi
    Ini adalah tantangan yang sedang saya alami. Karena ketika saya menginginkan sesuatu terkadang saya terlalu menggebu-gebu sehingga mengesampingkan perasaan dan kebutuhan tubuh saya sendiri. Akhirnya saya penat. Saya jengah dengan banyak hal. Lalu saya merasa seluruh pekerjaan yang saya lakukan tidak memberikan feedback yang baik kepada kehidupan saya. Dan ini menjadi siklus, akhirnya kesehatan jiwa saya terganggu. Jadi manajemen emosi ini menjadi keterampilan krusial yang perlu saya pelajari agar saya tidak "tersesat" dalam kehidupan saya sehari-hari.



#janganlupabahagia
#jurnalminggu2
#materi2
#bundacekatan
#buncekbatch1
#buncekIIP
#institutibuprofesional
#kelastelur

Tuesday, December 17, 2019

Siapakah Aku? | Kelas Telur-Telur | Bunda Cekatan

7:57 AM 0 Comments
Pertama kali membaca infografis Kelas Telur-telur Bunda Cekatan, pikiran saya langsung terfokus pada bagaimana kita sebaiknya mendefinisikan diri kita sendiri. Saya sendiri selalu merasa kesulitan, karena bagi saya predikat-predikat yang melekat pada kita tidak bisa mendefinisikan diri kita secara utuh. Kita memiliki banyak identitas, sebagai perempuan, sebagai ibu, sebagai anak, sebagai murid, mungkin sebagai guru, mungkin  sebagai pekerja atau pemilik usaha, atau sebagai penemu di bidang tertentu dan lain sebagainya. Tetapi semua identitas itu belum menunjukkan diri saya yang otentik. Mungkin karena saya belum menemukan misi hidup saya yang spesifik.

Mengikuti kelas Bunda Cekatan ini seperti jawaban atas pertanyaan yang saya ajukan pada diri sendiri akhir-akhir ini. Saya sedang mengalami kegalauan yang belum berhasil saya uraikan. Termasuk mempertanyakan tentang siapa saya sebenarnya ini. Tapi membaca tugasnya untuk mencari aktivitas yang benar-benar membuat kita bahagia, membantu saya untuk mulai mengurai benang kusut dalam kepala saya. Here we go!

Kali ini saya akan mengawali jurnal dengan menuliskan empat kuadran aktivitas yang saya bisa dan saya suka.

  1. Bisa dan Tidak Suka
    • Berurusan dengan pakaian: mencuci pakaian dan melipat. 
    • Merapikan rumah 
    • Menyusun menu makanan 
    • Mencabut rumput/ gulma di halaman depan
  2. Bisa dan Suka 
    • Bermain dengan anak 
    • Belajar tentang pendidikan anak 
    • Belajar hal baru
    • Berkomunitas: bertemu dengan orang-orang dan gagasan-gagasan baru 
    • Menganalisis permasalahan--mencari solusi
    • Mendengarkan musik
    • Membuat kerajinan: seperti membuat macrame gelang/ kalung, membuat tasbeh, merajut (tapi sekadar bisa), kristik, dll.
    • Skincare/ bodycare natural
    • Main masak-masakan (wkwkwk, karena memasak terlalu serius dan belum tentu berhasil)
  3. Tidak Bisa dan Tidak Suka

  4. Tidak Bisa dan Suka
    • Menjahit pakaian
    • Bermain alat musik 
    • Bercocok Tanam 
    • Membuat sabun sendiri 
    • Membuat kompos 
    • Art of communication 
    • Mendongeng
    • Menulis yang layak dibaca
      Dari sekian banyak aktivitas yang membuat saya bahagia, saya akan menguraikan lima sebagaimana tertera dalam telur hijau: 
    1. Bermain dengan anak
      Ini menjadi hal pertama yang saya bisa dan membuat saya bahagia. Kebanyakan aktivitas bersama anak saya lakukan luar ruang, karena memang saya tidak senang berada di ruang tertutup (baca: dalam rumah). Maka aktivitas rumahan semacam membuat prakarya seringkali tidak menjadi pilihan bagi saya dan anak. Bermain di luar memungkinkan anak bertemu dengan berbagai macam hal, jika bermain di alam dia akan bertemu dengan ranting, daun, cacing, ular, belalang, siput, ayam, kucing, anjing, dan berbagai makhluk lainnya. Bermain di taman dia akan bertemu dengan berbagai macam orang/ anak dengan karakternya yang berbeda-beda. Akan tetapi, meskipun membahagiakan, aktivitas ini juga menguras tenaga dan emosi, seringkali pulang dari beraktivitas luar ruang, saya tidak punya energi tersisa untuk mengerjakan hal lain.
    2. Belajar hal baru
      Saya senang belajar, bahkan ketika saya membawa motor ke bengkel pun saya senang memerhatikan apa yang dilakukan montir sambil saya berusaha memperlajari sesuatu. Tapi belajar yang saya maknai sekarang, terfokus pada belajar terkait dengan tumbuh kembang anak dan pendidikan anak, selain itu juga terkait dengan komunikasi dalam keluarga dan relasi suami-istri dalam keluarga. Ini menjadi tantangan tersendiri bagi saya karena memang merupakan hal-hal yang saya temui sehari-hari. Bagaimana cara menyampaikan pesan kepada pasangan yang tidak menyinggung tetapi tetap bisa dipahami dengan baik, atau bagaimana berbicara pada anak agar otoritas kita sebagai orang tua tetap tegak, tetapi tanpa melukai perasaannya. Dan berbagai hal lainnya.
      Belajar hal baru menjadi fokus saya juga karena setiap hari rasanya semakin dipikirkan semakin banyak yang tidak saya ketahui.
    3. Berkomunitas: bertemu dengan orang dan gagasan baru
      Sebagaimana belajar hal baru, menemukan ide-ide baru seperti memberi makan jiwa saya. Bagaimana orang-orang dengan refleksinya menemukan jalan hidupnya sendiri, menemukan panggilan jiwanya dan lain sebagainya. Meskipun saya introvert, saya senang bertemu dengan banyak orang, ini memberikan energi lain yang juga saya butuhkan. Walaupun intensitasnya tidak bisa terlalu sering karena ini melelahkan bagi saya. Tapi bertemu dengan orang-orang lain selalu membuat saya bersemangat.
    4. Belajar tentang pendidikan anak
      Ini menjadi fokus saya saat ini. Sebagaimana telah saya tuliskan dalam belajar hal baru, ini menjadi hal membahagiakan tersendiri. Karena menemukan metode pendidikan yang cocok seperti mencari jarum di tumpukan jerami. Apalagi di era digital yang arus informasi seakan tak pernah mati. Semakin dibaca semakin merasa perlu menggali lebih dalam untuk benar-benar menentukan kita akan cocok atau tidak. Semoga saya bisa fokus di sini dan menemukan yang terbaik untuk kami.
    5. Skin care/ body care natural
      Ini merupakan hal baru yang membuat saya bahagia. Sebelumnya pemahaman saya tentang skincare adalah 10 step korean skincare. Tetapi setelah tergabung dalam sebuah komunitas edukasi skincare natural, saya merasa saya selama ini salah paham. Akhirnya saya mulai belajar lebih aware terhadap kesehatan kulit dan tubuh secara keseluruhan. Bahwa kita adalah apa yang kita makan (termasuk skincare merupakan makanan kulit kita), sehingga lebih berhati-hati terhadap apa saja yang kita konsumsi dan mempelajari dampak positif maupun negatif jika kita mengonsumsi bahan/ makanan tersebut.


      Sampai saat ini saya masih memikirkan hal-hal yang saya tidak bisa dan tidak suka. Nanti akan saya tambahkan begitu saya menemukannya. Tapi saat ini saya masih memikirkannya dan belum ketemu. Saya merasa kesulitan mencarinya. :)
#janganlupabahagia
#jurnalminggu1
#materi1
#kelastelur
#bundacekatan
#buncekbatch1
#buncekIIP
#institutibuprofesional