Monday, February 12, 2018
- Aplikasi pesan alat transportasi. Ini terbagi dalam beberapa aplikasi di antaranya adalah Traveloka, Pegipegi dan Tiket.com. Kenapa harus tiga ini? Karena seperti yang saya bilang, promonya bisa berbeda-beda, jadi semua layak dibandingkan. Saya sih gak yang harus pakai Traveloka atau harus pesan di Pegipegi atau harus yang lainnya. Tapi lebih ke fleksibilitas dilihat dari harga, ketersediaan tiket, jadwal perjalanan dan sebagainya. Dan jangan menutup kemungkinan bahwa aplikasi lain mungkin saja lebih murah. Kalau untuk survei harga sih saya lebih suka buka di laptop, bisa buka di tab baru dan gak bolak-balik buka tutup aplikasi. Jadi gak begitu bingung, bisa dijajarkan beberapa tab gitu.
- Aplikasi cari tempat menginap. Ini ada banyak sekali sebenarnya, bahkan Traveloka, Pegipegi dan Tiket pun menyediakan layanan pemesanan hotel dan mereka pun bekerja sama dengan hotel dan penginapan di berbagai kota bahkan berbagai negara. Tapi tetap saja kalau mau cari tempat menginap gratis yah coba saja couchsurfing. Saya dulu pernah memesankan untuk teman yang datang dari Singapura. Karena dia datang sendiri dan bujet terbatas. Cari di couchsurfing dapat sebuah rumah yang disediakan oleh sepasang suami istri muda yang belum punya anak, akhirnya dapat teman baru.
Hahaha, ngapain sih mbok?
Jadi sebenarnya review hari ini itu mau melengkapi yang kemarin tentang milis sehat. Kenapa gak disatuin? Biar hari kesepuluh ada yang ditulis *tutup muka*. Soalnya saya hampir kehabisan ide ini. Saya belum download-download aplikasi untuk latihan anak lanang, soalnya anaknya belum 2 tahun, masih lebih asik aktivitas fisik dibandingkan main di hp. Saya masih sangat membatasi juga. Maksimal 10 menit per minggu. Walaupun kalau pura-pura main laptop ya tiap hari, wong laptop saya nyala terus. Selalu berusaha curi-curi waktu untuk kerja di sela menemani anak lanang main.
So here we are, beberapa situs favorit saya kalau anak lanan lagi demam. Nungguin anak demam sambil browsing baca-baca situs kesehatan. Soalnya kalau anak gak sakit, saya suka lupa bacanya. Kurang motivasi kayaknya. Nah, ketika anak sakit, baru deh mulai tertarik baca dan cari-cari berbagai informasi terkait sama penyakit yang diderita anak, atau penyakit lain sih. Seringkali saya random aja baca yang kira-kira menarik.
Karena saya tergabung juga di milis sehat, jadi kadang saya cari penyakit yang lagi dibahas di milis untuk saya baca. Maksudnya kadang biar bisa nimbrung diskusi. Tapi sampai sekarang sayanya jarang komentar. Telat terus.. yang lain ilmunya udah update, saya mah tertatih-tatih membacanya.
- Mayo Clinic https://www.mayoclinic.org/. Ini salah satu situs yang cukup sering dirujuk di artikel Milis Sehat. Jadi ternyata Mayo Clinic adalah sebuah organisasi riset nirlaba terkait dengan riset di bidang kesehatan dan praktik kesehatan. Mayo Clinic ini memang mem-provide informasi untuk para pasien dan keluarga pasien menjadi lebih aware dengan penyakit yang dideritanya. Bisa jadi bahan diskusi juga dengan dokter yang merawat kita. (Ini akhirnya saya baca wikipedia tentang Mayo Clinic dan baca kolom about-nya juga, biasanya enggak dibaca-baca karena udah percaya sama dokter yang merekomendasikan. Nambah pengetahuan, Yeay!)
- AAP (American Academy of Pediatrics) https://www.aap.org. Ini adalah IDAI-nya Amerika. Ini cuma saya baca kalau saya lagi butuh banget cari pengertian dan pengobatan suatu penyakit, buat opini tambahan. Karena prinsipnya sama dengan IDAI di sini sih. Malah lebih gampang baca artikel di IDAI, karena bahasa Indonesia. Gak perlu loading lama. Tapi ya bagus juga buat tambahan pengetahuan kalau penasaran banget dengan pandangan dokter-dokter anak di Amerika terkait dengan hal-hal yang ingin kita ketahui.
- CDC (Center for Diseases Control and Prevention) https://www.cdc.gov/. Ini juga situs kesehatan di Amerika. Tujuan dari situs ini memang sesuai dengan namanya pusat pengendalian dan pencegahan penyakit. Jadi ya memang menyediakan berbagai informasi kesehatan yang dibutuhkan masyarakat.
- Baby Center https://www.babycenter.com/. Kalau ini langganan saya dari pas masih hamil. Masih saya pake sampai sekarang, buat ngitung umur anak lanang dalam bulan. Kalau bukan karena email dari Baby Center saya harus ngitung manual lagi jangan-jangan. Kalau apps, cuma dipakai pas hamil sampai setahun pertama. Habis itu gak pakai lagi kayaknya masalah storage. Kalau email masih dapat email terus tiap minggu terkait perkembangan anak. Dan saya senang karena masih dapet email. Dua email yang paling sering saya baca itu ya dari milis sehat sama baby center. Soalnya email pribadinya udah jarang banget di situ. Hahaha.. kebanyakan langganan. Untung facebook gak masuk situ.
- IDAI (http://www.idai.or.id/). Ini situs yang dibuat oleh Ikatan Dokter Anak Indonesia. Dan ini situs resmi yang ditulis oleh dokter-dokter yang tergabung dalam organisasi IDAI. Sehingga bisa dipertanggungjawabkan. Sekarang bahkan bisa konsultasi via web IDAI juga. Sebelumnya saya cuma liat artikel-artikelnya saja. Jadi lebih punya alasan juga untuk berkunjung ke web IDAI.
Kayaknya sudah cukup ya situs-situs kesehatannya. Nanti kalau saya nemu lagi saya update lagi di blog ya.
See you next time.
Sunday, February 11, 2018
Milis Sehat #Level12 Day 9
- Kirim email kosong ke: Sehat-subscribe@yahoogroups.com
- Nanti akan terima form database & kuesioner
- Setelah diisi lengkap dikirim ke: sehat-owner@yahoogroups.com
- approval
Aplikasi PRIMA #Level12 Day8
Ini isinya seperti kuesioner di atas tapi hanya berisi daftar pertanyaan. Dibuat oleh dokter spesialis tumbuh kembang anak, yang baik sekali membuatkan KPSP ini di web yang bisa diakses secara cuma-cuma. Kalau dari kuesioner itu ada 3 item yang tidak bisa dilakukan anak kita, maka kita perlu melakukan pemeriksaan lebih lanjut dengan dokter ahli tumbuh kembang. Sehingga cepat mendapatkan penanganan.
Update: Untuk yang tertarik menginstall aplikasi PRIMA di HP bisa melalui link berikut ya: https://goo.gl/MA2HR7
Friday, February 9, 2018
Halo mak-mak, simbok-simbok, mamah-mamah, dan ibu-ibu sekalian *wavinghand*
Buibu mau tanya dong, pegangan wajib waktu baru lahiran apa?
Kalau saya yang pertama dan utama adalah ilmu. Karena segala sesuatu membutuhkan ilmu. Mau manjat pohon aja ada
Saya sampai sekarang merasa beruntung bisa bergabung di berbagai support system untuk mendukung optimalisasi waktu dan pikiran dalam proses pengasuhan dan pendidikan anak. Hari ini saya mau mendeskripsikan apa aja senjata saya dalam mempersiapkan diri untuk proses awal menambah pengetahuan tentang menjadi Ibu.
AIMI (https://aimi-asi.org)
Sejak hamil saya udah baca-baca tentang asi dan mengasihi. Ini gara-gara ada teman yang sudah lebih dulu melahirkan dan cerita bahwa menyusui itu butuh ilmu, kemauan dan perjuangan. Karena itu saya yang tadinya mikir asi mah tinggal asi aja, semua ibu pasti bisa dan mampu menyusui, tinggal susuin aja, apa susahnya. Lalu ternyata banyak dinamikanya dalam proses menyusui itu. Ada yang tidak keluar asinya sampai seminggu, ada yang anaknya menolak menyusu karena beda golongan darah, ada yang asinya tengik, dsb. Banyak faktor, banyak jenis orang dan banyak jenis asi.
Berbekal pengetahuan ini, saya tahu bahwa menyusui gak asal menyusui aja, memang tak perlu memperjuangkan kok, setidaknya berjuang mencari ilmu. Dan beruntungnya dengan bekal ilmu itu saya jadi gak panikan. Saya siap dengan puting lecet, siap dengan gumoh dan bahkan kolik. Walaupun rumy gak kolik, praise the Lord.
Kellymom (https://kellymom.com)
Nah ini saya baca gara-gara banyak tulisan panduan di AIMI mengutip atau bahkan menerjemahkan dari link ini, jadi saya Kepo dan baca-baca kellymom sekalian.
Kidshealth (http://m.kidshealth.org/?WT.ac=)
Kalau ini awalnya dari buku dr. Apin. Kan di buku itu dijabarkan beberapa situs yang terpercaya dan bisa dijadikan pedoman. Saya akhirnya rajin baca kidshealth waktu itu.
Duh maaf segini dulu. Saya pengen bisa edit nanti. Hari ini hari yang panjang buat saya dan anak lanang. See you Next time. Bye!
Wednesday, February 7, 2018
Tuesday, February 6, 2018
Nama lain Kalimba ini adalah Mbira.
Akhirnya karena telinga kami gak sensitif, kami pun mengunduh sebuah aplikasi penyelamat kebahagiaan kami. DaTuner Lite. Ini aplikasi yang bisa menggantikan sensitivitas telinga dalam mendengarkan nada. Hahaha
Aplikasinya mudah sekali digunakan. Tapi saya kapok men-stem-semacam itu. Pusiang Ambo. Jadi cukup sekali #lalunyanyi.
Wunderlist #level12 Day4
- Dapat digunakan multi user. Kita bisa mengundang orang lain untuk kategori catatan tertentu. Misal untuk kategori catatan belanjaan, saya mengundang suami, untuk kategori catatan pekerjaan, saya mengundang teman-teman kerja saya dong, untuk mengingatkan deadline, pembagian tugas, dsb.
- Dapat diberi alarm pengingat.
- Dapat meng-address catatan tertentu untuk seseorang. Misal saya ingin A membeli telur besok jam 9, saya bisa mengirimkan catatan itu ke A (Syaratnya A harus sudah install Wunderlist di hp-nya).
- Bisa menggantikan alarm di Kalendar.
- Entah kenapa saya seringkali gak ngeh dengan notifikasinya, tapi saya belum pasti apakah gak ada notif atau saya yang mengabaikan.
- Gak bisa bikin sub kategori. Tapi ini cons untuk versi gretong. Karena versi berbayarnya menyediakan ini.
- Assignment yang terbatas (sama juga ini untuk free version, kalau yang pro versionnya bisa unlimited).
Monday, February 5, 2018
- Bisa diatur password, biar lebih aman kalau ada catatan yang sifatnya personal
- Bisa menghitung perkiraan masa subur dan perkiraan ovulasi dengan memasukkan data rata-rata durasi menstruasi kita dan siklus menstruasi kita.
- Catatan lengkap yang berisi pilihan flow, moods, symptoms, weight and temperature, juga intercourse (makanya perlu password, haha)
- Tampilan menarik dan mudah dibaca
- Gak ada. Masa iya sih? Tapi saya sampai sekarang belum nemu.
- Dapat digunakan banyak user dan berjenjang. Artinya user utama (moderator) bisa mengatur user lain hanya bisa melihat data pemasukan pengeluaran, tanpa melihat jumlahnya. Atau bisa memasukkan data pemasukan dan pengeluaran tapi tidak bisa melihat kurva. Dan lain sebagainya. Ini menguntungkan jika kita mempekerjakan admin. Menjaga keamanan transaksi keuangan sangat penting untuk kelangsungan usaha kita, maka ini adalah salah satu caranya.
- Dibuat oleh anak bangsa. Kelebihan kedua ini terkait dengan transaksi keuangan via transfer bank. Akun.biz ini bekerja sama dengan beberapa bank di Indonesia untuk kemudahan pencatatan transaksi. Jadi kita gak perlu input dua kali untuk transaksi via transfer/ nontunai.
- Bisa digunakan di komputer/ laptop, hp, tablet. Untuk aplikasi berbayar jumlah user bisa mencapai 10 orang (komputer, hp, email yang berbeda).
- Bisa digunakan untuk lebih dari satu bisnis. Kalau kita punya beberapa usaha di bidang berbeda, gak perlu beli aplikasi berkali-kali, karena aplikasi ini mengakomodir sampai 10 bisnis.
- Bisa bikin invoice juga.
- Gak ada chart. Sebagai anak visual ini cukup mengganggu karena Flow chartnya gak kelihatan. Sehingga harus ngebayangin sendiri naik turunnya orderan setiap harinya.
- Template invoice kurang menarik (personal reason). Ini kayaknya karena saya yang anaknya visual banget. Kalau invoicenya aja yang pakai aplikasi lain kan repot.
- Input invoice hanya bisa dilakukan via Web, tidak bisa via aplikasi smartphones, makanya agak repot.
- Penampilan kurang menarik. Data yang disajikan tidak lengkap, tidak disertai dengan total pengeluaran dan pemasukan, sehingga membingungkan dalam proses pengecekan.
- Tidak disertai total pengeluaran harian. Harus dicek di tab yang lain untuk melihatnya.
- Tidak ada payee, sehingga kita tidak tau siapa yang menerima uang kita pastinya, untuk ke depannya jadi gak bisa dicek.
- Expense IQ ini tampilannya sangat minimalis. Ini saya masukkan dalam daftar kelebihan karena artinya aplikasi ini tidak berat. Gak bikin kita pusing nungguin aplikasi yang loading. Apalagi kalau signal internet melemah.
- Dapat multi account (multi usaha/ bisnis)
- Terdapat Chart yang bisa diatur harian, mingguan, bulanan, dst.
- Mudah digunakan
- Aplikasi menjadi tidak stabil ketika digunakan oleh dua user. Saya menggunakan satu user account untuk dua hp berbeda (HP saya dan suami) Yang pada akhirnya malah mengacaukan seluruh catatan yang ada. Hal ini dikarenakan data menjadi tumpang tindih, proses upload data yang sudah diperbaharui yang tidak lancar, susah log in, dan pada akhirnya malah data yang sudah dimasukkan tidak tersimpan. KZL
- Tidak ada invoice. Jadi hanya aplikasi akuntansi untuk pencatatan keuangan aja.
- Bisa digunakan oleh lebih dari satu user. Penyimpanan data aplikasi ini ada dicloud maka ketika ada dua user, salah satunya harus off dan mensinkronisasikan dengan user yang sebelumnya membuka aplikasi. Tidak bisa digunakan bersamaan karena khawatir data yang tumpang tindih.
- Aplikasi tidak begitu berat.
- tampilan menarik.
- rincian jelas dan terlihat semua.
- Ada tampilan Chart.
- Tidak bisa digunakan bersamaan karena khawatir ada data yang tumpang tindih, atau data dari salah satu user terhapus karena sinkronisasi bersamaan dengan user lain.
Saturday, February 3, 2018
Wuah sudah level 12. Semoga bisa konsisten di level 12 ini untuk menulis review 12 website yang mendukung pendidikan keluarga saya.
Jadi pada dasarnya saya dan suami adalah pasangan milenial. Yang untuk sebagian kebingungan kami browsing untuk mencari jawabannya. Gak melulu googling, bisa pakai Bing, Yahoo dll. Ada banyak sih sebenarnya platform pencarian di dunia maya. Nanti tinggal cocok atau tidak dengan link yang masuk ke platform tersebut. Tapi, untuk hal-hal prinsip kami sudah membentuk filosofi keluarga kami sendiri, sehingga ketika browsing kami gak menelan info Mentah-mentah. Malah mostly sebagai bahan diskusi berdua di rumah. Anak Lanang belum diajak diskusi sih palingan dia ikut menyaksikan diskusi kami sembari dia masyuk dengan aktivitasnya sendiri. Geratakin meja bundanya bisa jadi #tutupmuka
Nah, makanya ketika ada tantangan ini, tadinya saya sok sekali. Hahaha ampun. Anaknya memang songong. 😁
Saya review satu aplikasi dari Google playstore yah. Nama aplikasinya Audiobuku. Ini aplikasi saya ketahui waktu diskusi di rumbel Menulis IIP Jogja. Saya browsing sih, gara-gara teman-teman rumbel Menulis sedang sharing tentang anaknya yang gaya belajarnya auditori. Waktu itu mengomentari pekerjaan saya sebagai transkriptor (yang memang berurusan dengan audio).
"Mba, kalau transkrip itu apakah saya bisa bikin audiobook juga?" tanya seorang teman yang kebetulan anaknya yang lahir prematur tidak bisa melihat karena ROP. Saya sebelumnya pernah beberapa kalo dengerin audiobook dari novel-novel klasik berbahasa Inggris, tadinya saya pikir sebagai alternatif untuk orang-orang yang gak mendapatkan Hard copy-nya. Karena sudah tidak anak cetak. Ternyata ini metode belajar untuk anak-anak atau orang-orang dengan keterbatasan penglihatan. Jadi saya browsing.
Dari hasil browsing tersebut malah ada aplikasi audiobuku ini, berbahasa Indonesia pula. Saya senang. 😁
Saya senang karena bisa saya jadikan salah satu media belajar anak lanang. Saya ingin mengenalkan berbagai media belajar supaya anak lanang gak terpaku pada model visual aja. Karena dari hasil tes gaya belajar, saya VAK, gak ada yang dominan. Sementara abahnya anak lanang dominan visual. Tapi akhir-akhir ini abahnya merasa terjebak dalam judgement visual tersebut. Menurutnya dia bisa mengembangkan gaya belajar lain yang merupakan kelemahannya, tanpa mengabaikan gaya belajar utamanya, tapi yang terjadi adalah dia malah hanya mengembangkan kemampuan visualnya tanpa mengembangkan kemampuan lain. Apalagi sekarang kerja di bidang auditori, dia merasa sebetulnya auditorinya pun kuat. Mungkin kalau terlatih sejak kecil bisa lebih berkembang lagi.
Anyway, kembali ke audiobuku. Aplikasi ini menyediakan berbagai macam dongeng Indonesia yang dibacakan dengan gaya story telling. Sepertinya sebagian dari cerita atau dongeng di radio yang kemudian disimpan audionya. Ada juga yang memang sengaja dibacakan untuk aplikasi ini. Terutama Buku-buku baru. Iya, kalau dongeng anak memang Buku-buku lama. Rata-rata terbitan dari Kemendikbud.
Dengan banyak buku terbitan dari Kemendikbud, artinya banyak audiobuku yang gratis. Sementara untuk Buku-buku lainnya berbayar. Satu novel panjang bisa jadi terbagi dalam 5-6 bagian, masing-masing bagian dihargai 5000-10000.
Pssst, ada novel Siti Nurbaya juga loh. Saya mau baca dari SMP belum kesampaian sampai sekarang.
Untuk rate-nya saya kasih 8 dari skala 10. Karena untuk audiobuku gratisnya pun oke sekali, diiringi suara latar yang sesuai. Misal malam hari ada suara jangkrik dan tongeret, ada suara petir, nada dan intonasi pengisi suaranya yang sesuai dengan cerita yang disampaikan. Kalau untuk audiobuku yang berbayar saya belum coba dengarkan. Mau menyelesaikan yang gendongan dulu. #eh. 😁
Untuk aplikasi audiobuku bisa diunduh dari Google Playstore
Atau dari link berikut https://goo.gl/KJ8D4r
#Tantangan10hari
#level12
#KuliahBunsayIIP
#KeluargaMultimedia
