Haloooo *waving hand* *salim satu-satu*
Saya baru balik lagi. Padahal niatnya gak akan rapel, pada akhirnya rapel juga. Konsisten mengerjakan tugas 10 hari itu berat ya. Saya salut pada teman-teman yang selalu konsisten. Saya habis pergi-pergi mengunjungi saudara dan kawan yang udah lama gak jumpa. Jadi ya gitu pulang dalam kondisi kelelahan, mau ngerjain tugas takut isinya misuh-misuh aja *iya nih anaknya suka gitu* haha.
Anyway, saya udah niat kalau dari hari 7-10 saya akan review aplikasi-aplikasi yang membantu saya selama mendampingi proses tumbuh kembang Anak Lanang. Tadinya mau saya satukan semua, tapi kok banyak. Mau dipisah satu-satu, tapi kok kelamaan. Akhirnya saya satukan kadang dua kadang tiga.
Saya mulai masuk ke aplikasi aja ya.. Namanya aplikasi PRIMA. Ini adalah aplikasi IDAI. Isinya adalah Jadwal Imunisasi, Grafik Pertumbuhan, Tahap Perkembangan anak (ini isinya kuesioner hal-hal yang sebaiknya sudah dapat dilakukan anak sesuai usianya), Kuesioner Kunjungan ke dokter, Materi Edukasi Orang Tua, Skrining.
Nah, saya mau ulas satu per satu ya.. Jadwal Imunisasi ini berguna sekali. Soalnya saya sih gak selalu bawa buku pink ke mana-mana. Jadi imunisasi saya tulis di HP, praktis saya bawa ke mana aja. Dan lebih enak karena kan bisa nambah dua anak juga. Jadi dua anak tetap di satu catatan. Tiga anak juga bisa. Ada data orang tua juga. Dan aplikasi ini pakai password sih, jadi gak sembarang orang bisa buka.
Kedua adalah Grafik Pertumbuhan. Saya bisa mengukur pertumbuhan anak sesuai grafik WHO. Hanya saja, berat badan dan tinggi badan anak tidak terekam (atau saya yang belum tau datanya tersimpan di mana) jadi setiap mau liat grafik ngisi lagi. Dan gak ada isian tiap bulan, jadi kalau timbang, ukur tinggi dan lingkar kepala di Posyandu ya cuma saya tulis di buku dan di note hp. Baru kalau mau liat grafiknya saya plot ke grafik.
Ketiga, Tahap perkembangan anak sesuai usianya. Jadi misalnya ada ceklis bisa dan tidak bisa, lalu di sampingnya ada pertanyaan, anak bisa berjalan mundur lima langkah tanpa terhuyung. Nanti ada sekitar 10 pertanyaan, kalau anak kita bisa semua maka termasuk normal pertumbuhannya, kalau anak gak bisa beberapa bagian, maka perlu konsultasi dengan dokter spesialis tumbuhkembang anak. Jadi di aplikasi ini hanya untuk deteksi dini pertumbuhan/perkembangan yang terlambat. Walaupun tetap saja kalau biasanya konsultasi dengan dokter anak, bisa tetap dikonsultasikan setiap ada hambatan dan keterlambatan dalam perkembangan anak.
Buat saya sih mengetahui tahap perkembangan anak ini penting. Setiap anak berbeda-beda memang, tapi ada koridor umum bahwa jika anak terlambat sangat jauh, maka perlu dicari tahu penyebabnya dan diatasi masalahnya. Misalnya untuk kemampuan berjalan. Anak bisa mulai berjalan tanpa berpegangan ada yang dari umur 9 bulan ada juga yang baru bisa berjalan umur 18 bulan. Saya cek di KPSP (Kuesioner Pra Skrining Perkembangan) maksimal anak 18 bulan sudah berjalan tanpa berpegangan. Nah, ini yang saya jadikan patokan. Selama anak saya belum 18 bulan, maka saya gak heboh kalau anak belum jalan. Dan gak perlu ngebanding-bandingin sama anak lain pula. Karena tiap anak itu unik. Nah, di aplikasi ini tahap perkembangan anak dibuat kuesioner sederhana, dan kita bisa melihat apakah anak perkembangan anak kita sesuai dengan kemampuan anak seusianya atau tidak.
Keempat, Kuesioner Kunjungan ke dokter. Ini salah satu ilmu baru buat saya waktu punya anak. Jadi ketika kita ke dokter harus berbekal pertanyaan apa saja yang akan kita tanyakan. Dan ada beberapa hal yang memang harus diperiksa oleh dokter, misalnya berat badan, tinggi badan, ukuran lingkar kepala, suhu badan dsb. Pemeriksaan lainnya nanti bisa tergantung keluhan. Jadi kita datang ke dokter bukan dengan tangan dan kepala kosong, nanti ketika dokter memberitahu A, B, C kita iya-iya aja. Tapi kita datang berbekal sedikit pengetahuan untuk mendapatkan penjelasan lebih memadai dari dokter.
Misalnya saja anak demam 4 hari dengan model demam naik turun seperti pelana kuda. Kita pelajari pola demamnya seperti typhus atau demam berdarah, pelajari demam typhoid dan demam dengue atau demam berdarah dengue, lalu ketika ke dokter tanyakan apa diagnosisnya dan bagaimana penanganannya. Misalnya dokter mendiagnosis ini demam thyphoid, ya kita bisa menanyakan apa yang tidak kita pahami dari artikel yang kita baca atau apa yang perlu didiskusikan dengan dokter. Jadi intinya sih jangan datang dengan tangan kosong banget. Paling gak kita sudah mempelajari anak kita sakitnya mengarah ke mana.
Kenapa harus baca dulu? Karena Ibu adalah dokter anak untuk anaknya masing-masing. Ibu bersama anak 24 jam dan mengetahui apa saja yang dilakukan, apa saja yang dimakan, dengan siapa saja dia berinteraksi, dsb. Sementara dokter hanya bertemu beberapa menit di meja periksa, banyak hal yang gak diketahui dokter tentang anak kita. Makanya ibunya yang harus lebih gesit mencari informasi dan melakukan pengamatan serius ketika anak sakit, supaya ketika bertemu dengan dokter bisa mendeskripsikan dengan detail, membantu dokter memberikan diagnosis yang lebih akurat.
Jadi intinya sih membantu dokter juga anak kita agar terhindar dari kesalahan pengobatan. Misalnya sakitnya karena virus dan gak butuh Antibiotik, tapi karena ketika anamnesis orang tuanya tidak menceritakan detail, dokter mendiagnosis bahwa butuh antibiotik ya nanti salah sasaran. Virusnya kan gak butuh antibiotik.
Makanya intinya sih orang tua dan dokter anak bekerja sama untuk memberikan perlindungan kesehatan untuk anak.
Kelima Materi Edukasi Orang Tua. Nah ini mau belajar aja udah instan, tinggal buka aplikasi. hahaha.. Saya dulu rajin banget baca materi edukasi ini. Karena ya lagi butuh-butuhnya. Apa aja sih yang perlu diketahui tentang pertumbuhan anak, apa aja sih yang perlu diketahui tentang kesehatan anak, dsb. Makanya saya senang pas download aplikasi ini, bermanfaat sekali.
Terakhir adalah skrining. Skrining Perkembangan anak ini diambil dari KPSP (Kuesioner Pra Skrining Perkembangan) bisa dilihat di KPSP.
Ini isinya seperti kuesioner di atas tapi hanya berisi daftar pertanyaan. Dibuat oleh dokter spesialis tumbuh kembang anak, yang baik sekali membuatkan KPSP ini di web yang bisa diakses secara cuma-cuma. Kalau dari kuesioner itu ada 3 item yang tidak bisa dilakukan anak kita, maka kita perlu melakukan pemeriksaan lebih lanjut dengan dokter ahli tumbuh kembang. Sehingga cepat mendapatkan penanganan.
Ini isinya seperti kuesioner di atas tapi hanya berisi daftar pertanyaan. Dibuat oleh dokter spesialis tumbuh kembang anak, yang baik sekali membuatkan KPSP ini di web yang bisa diakses secara cuma-cuma. Kalau dari kuesioner itu ada 3 item yang tidak bisa dilakukan anak kita, maka kita perlu melakukan pemeriksaan lebih lanjut dengan dokter ahli tumbuh kembang. Sehingga cepat mendapatkan penanganan.
Wah, udah panjang ternyata. Segitu dulu ya review-nya. Nanti saya lanjut lagi. See you!
Update: Untuk yang tertarik menginstall aplikasi PRIMA di HP bisa melalui link berikut ya: https://goo.gl/MA2HR7
No comments:
Post a Comment