Halooow.
Kali ini saya mau review tiga aplikasi Keuangan. Kenapa disatukan? Soalnya kan sama-sama aplikasi Keuangan. Ini berdasarkan penjelajahan saya atas kebutuhan pencatatan keuangan kami. Jadi tentu saja belum tentu cocok dengan keluarga lain. Tapi tetep layak untuk dicoba.
Penjelajahan saya bermula ketika kami butuh untuk melakukan pencatatan keuangan untuk pekerjaan saya dan suami. Sebelumnya pencatatan dilakukan, sekadar pencatatan di Excel. Hasilnya tidak memuaskan, karena saya belum membuat rumus perhitungannya. Perhitungan kurva untung rugi selalu terlambat. Biasanya beberapa bulan setelahnya saya baru tahu bahwa bulan sebelumnya kami dapat keuntungan atau malah rugi. Alasan saya selalu sama, tidak sempat. Karena biasanya saya juga membantu mengedit, jadi ya alasannya waktu. Mencatat keuangan selalu saya lakukan di sela-sela waktu mengasuh dan mengASIhi, memasak, mengedit pekerjaan. Jadi saya butuh aplikasi yang real time. Akhirnya perburuan dimulai.
1. Akun.biz
Ini akun berbayar pertama yang kami coba. Waktu kami coba langsung kami bayar. Karena ingin mendapatkan manfaat maksimalnya. Awalnya kami tahu aplikasi ini dari iklan di instagram.
Pros:
- Dapat digunakan banyak user dan berjenjang. Artinya user utama (moderator) bisa mengatur user lain hanya bisa melihat data pemasukan pengeluaran, tanpa melihat jumlahnya. Atau bisa memasukkan data pemasukan dan pengeluaran tapi tidak bisa melihat kurva. Dan lain sebagainya. Ini menguntungkan jika kita mempekerjakan admin. Menjaga keamanan transaksi keuangan sangat penting untuk kelangsungan usaha kita, maka ini adalah salah satu caranya.
- Dibuat oleh anak bangsa. Kelebihan kedua ini terkait dengan transaksi keuangan via transfer bank. Akun.biz ini bekerja sama dengan beberapa bank di Indonesia untuk kemudahan pencatatan transaksi. Jadi kita gak perlu input dua kali untuk transaksi via transfer/ nontunai.
- Bisa digunakan di komputer/ laptop, hp, tablet. Untuk aplikasi berbayar jumlah user bisa mencapai 10 orang (komputer, hp, email yang berbeda).
- Bisa digunakan untuk lebih dari satu bisnis. Kalau kita punya beberapa usaha di bidang berbeda, gak perlu beli aplikasi berkali-kali, karena aplikasi ini mengakomodir sampai 10 bisnis.
- Bisa bikin invoice juga.
Cons:
- Gak ada chart. Sebagai anak visual ini cukup mengganggu karena Flow chartnya gak kelihatan. Sehingga harus ngebayangin sendiri naik turunnya orderan setiap harinya.
- Template invoice kurang menarik (personal reason). Ini kayaknya karena saya yang anaknya visual banget. Kalau invoicenya aja yang pakai aplikasi lain kan repot.
- Input invoice hanya bisa dilakukan via Web, tidak bisa via aplikasi smartphones, makanya agak repot.
- Penampilan kurang menarik. Data yang disajikan tidak lengkap, tidak disertai dengan total pengeluaran dan pemasukan, sehingga membingungkan dalam proses pengecekan.
- Tidak disertai total pengeluaran harian. Harus dicek di tab yang lain untuk melihatnya.
- Tidak ada payee, sehingga kita tidak tau siapa yang menerima uang kita pastinya, untuk ke depannya jadi gak bisa dicek.
Untuk saya sendiri aplikasi ini cukup membantu. Sangat membantu malah, karena multi user dan multi usaha ini. Penggunaannya pun relatif mudah karena tidak perlu mempelajari bahasa akuntansi yang rumit. Kita hanya perlu membuat kategori pengeluaran berdasarkan kebutuhan kita, dan kategori pemasukan berdasarkan sumber usaha kita. Dalam berbagai aplikasi keuangan, hal ini sangat diperlukan.
Beberapa aplikasi keuangan menyediakan kategori bawaan. Tapi kalau buat saya sendiri masih kurang kategorinya. Karena seringkali kategori bawaan tidak detail dan sebagian tidak sesuai dengan kebutuhan kita. Sehingga kita perlu menambah-kurangi berbagai kategori yang tidak sesuai.
Selanjutnya, aplikasi ini dapat diunduh di: https://goo.gl/zPqGt5
Expense IQ
Aplikasi kedua yang saya akhirnya ikut langganan dalam rangka penasaran mencari aplikasi paling cocok dengan keluarga kami. Kami ingin menggunakan satu aplikasi untuk setiap pencatatan keuangan (bisnis dan pribadi). Maka pencarian pun dimulai dengna aplikasi yang menyediakan, selain sistem akuntansi, juga pembuatan invoice/ faktur. Hal ini bertujuan untuk menyatukan semua platform keuangan agar lebih mudah terlacak dan tidak perlu menginput secara manual.
Pros:
- Expense IQ ini tampilannya sangat minimalis. Ini saya masukkan dalam daftar kelebihan karena artinya aplikasi ini tidak berat. Gak bikin kita pusing nungguin aplikasi yang loading. Apalagi kalau signal internet melemah.
- Dapat multi account (multi usaha/ bisnis)
- Terdapat Chart yang bisa diatur harian, mingguan, bulanan, dst.
- Mudah digunakan
Cons:
- Aplikasi menjadi tidak stabil ketika digunakan oleh dua user. Saya menggunakan satu user account untuk dua hp berbeda (HP saya dan suami) Yang pada akhirnya malah mengacaukan seluruh catatan yang ada. Hal ini dikarenakan data menjadi tumpang tindih, proses upload data yang sudah diperbaharui yang tidak lancar, susah log in, dan pada akhirnya malah data yang sudah dimasukkan tidak tersimpan. KZL
- Tidak ada invoice. Jadi hanya aplikasi akuntansi untuk pencatatan keuangan aja.
Sebenarnya kekurangannya cuma sedikit. Saya dan suami awalnya sudah merasa cocok dengan aplikasi ini. Tapi ternyata ketika tidak bisa digunakan oleh dua user, kami kebingungan sendiri. karena saya mau input, suami juga sesekali input. Walaupun sempat sepakat juga untuk saya aja yang input dan suami laporan berkala ke saya. Tapi saya yakin pada akhirnya malah cuma bikin bete. Misal karena suami lupa bilang dan saya lupa nanya, akhirnya malah tidak ada yang dicatat.
Aplikasi ini dapat diunduh di: https://goo.gl/VXAqMN
Bluecoins
Aplikasi ketiga dan terakhir yang saya review hari ini. Ini aplikasi paling cocok buat saya dan suami sampai hari ini. Oh, iya, pada akhirnya kami tidak jadi menyatukan aplikasi untuk keuangan pekerjaan dan keuangan pribadi. Karena ternyata ya memang gak ada. Kalau ada yang invoicenya bagus, biasanya pencatatan keuangannya kurang pas untuk usaha, atau tampilannya kurang menarik, kategorinya kurang lengkap atau apa lah. Sementara kalau yang lengkap dari sisi keuangan, malah invoicenya gak ada, atau themes-nya kurang bagus, atau aplikasi yang berat.
Makanya sejak itu we are parting ways. Saya bertugas mengatur keuangan pekerjaan dengan aplikasi yang hanya PC friendly. Pada akhirnya saya sadari bahwa semau apa pun saya membuat invoice di HP, pada akhirnya saya harus buka laptop juga. Karena gak efektif di HP. Karena saya harus cek audio yang lebih efektif dilakukan di laptop. Sebenarnya bukan laptopnya sih, tapi butuh headphone dan ruangan yang tenang untuk pengecekan yang maksimal.
Anyway kembali ke bluecoins. Aplikasi ini saya gunakan sampai hari ini untuk menuliskan catatan keuangan pribadi. Saya langsung masuk ke pros and cons-nya ya..
Pros:
- Bisa digunakan oleh lebih dari satu user. Penyimpanan data aplikasi ini ada dicloud maka ketika ada dua user, salah satunya harus off dan mensinkronisasikan dengan user yang sebelumnya membuka aplikasi. Tidak bisa digunakan bersamaan karena khawatir data yang tumpang tindih.
- Aplikasi tidak begitu berat.
- tampilan menarik.
- rincian jelas dan terlihat semua.
- Ada tampilan Chart.
Cons:
- Tidak bisa digunakan bersamaan karena khawatir ada data yang tumpang tindih, atau data dari salah satu user terhapus karena sinkronisasi bersamaan dengan user lain.
Untuk menggunakan aplikasi ini dapat diunduh di: https://goo.gl/RCxJGk
Demikian review aplikasi keuangan dari saya. Sebenarnya dalam proses pencarian saya dan suami mengunduh dan menginstal sampai sekitar 15 aplikasi berbeda di HP masing-masing (jadi total ada 30an aplikasi), tapi tiga ini yang lolos dari proses seleksi dan eliminasi.
Walaupun tetap saja kesuksesan pencatatan keuangan adalah disiplin menuliskan pemasukan dan pengeluaran ke dalam aplikasi. Kalau udah install tapi gak diisi kan sama aja. #ngomongsamadirisendiri #BRBbukaBluecoins
#Tantangan10hari
#level12
#KuliahBunsayIIP
#KeluargaMultimedia
No comments:
Post a Comment