Follow Us @avonturnetwork

Monday, February 5, 2018

Aplikasi Gue Banget #Level12 Day3

Well, ini kenapa judulnya aplikasi gue banget ya.. 
Soalnya ini aplikasi yang paling membantu saya selama masa-masa penerimaan diri sebagai perempuan. Saya tumbuh sebagai anak perempuan pertama dari empat perempuan bersaudara. Artinya orang tua saya gak punya anak laki-laki. Jadi, saya dari kecil beranggapan bahwa perempuan juga harus bisa melakukan pekerjaan laki-laki karena Bapak saya kebanyakan gak bisa ngerjain sendiri. Saya sih yang sering jadi asisten. Mulai dari benerin genteng bocor (manjat ke atas) sampai berurusan dengan setruman listrik, mencangkul, dsb. 

Walaupun dengan berbagai kegiatan itu, saya sama sekali gak pernah merasa saya ini tomboy. Saya hanya punya pendapat bahwa perempuan juga bisa. Atau kenapa perempuan enggak? Sounds like feminist eh? #tutupmulut 

Nah, sejak menikah, saya baru sadar kalau perlu ada bagi tugas antara laki-laki dan perempuan. Ada hal-hal yang gak perlu perempuan lakukan dan hal-hal yang gak perlu laki-laki lakukan, entah alasan efektivitas dan efisiensi atau alasan preferensi semata. Tapi paling gak saya udah gak begitu ngebet lagi pengen naik ke genteng kalau hujan dan ada bagian yang bocor, atau saya gak begitu pengen bawa motor gede suami, walaupun bisa, percaya aja sama suami. hahaha 

Karena menikha juga saya sadar bahwa ada pembagian peran sebagai ibu dan sebagai bapak (untuk calon anak waktu itu). Sayangnya saya belum pengen jadi ibu. Akhirnya saya bergantung pada aplikasi ini untuk mencatat tanggal haid dan perkiraan masa subur saya. #tutupmuka 
Dan akhirnya saya diberi waktu penyesuaian dengan suami dan mempersiapkan diri--yang saya mah gak nyiapin apa-apa, malah naik gunung yang ada juga--untuk menjadi ibu, selama dua tahun. Such a lovely time. Pacaran berdua suami, kerja, jalan-jalan, main sana, main sini, pulang malam, pulang pagi bareng-bareng, dsb. 

Sampai suatu ketika saya hamil yang ketahuannya ketika saya turun dari gunung Rinjani. #ngikik #tutupmuka #waktuituenggaktahu
Saya beruntung rajin menuliskan tanggal haid di aplikasi ini sehingga saya tau kapan HPHT-nya. Jadi perhitungan HPL-nya pun akurat. (Cuma beda sehari sama HPL). 

Anyway, ini dia aplikasinya: 
Nama aplikasinya My Calendar fungsinya adalah untuk mencatat tanggal dan lamanya menstruasi. 
Pros: 
  1. Bisa diatur password, biar lebih aman kalau ada catatan yang sifatnya personal 
  2. Bisa menghitung perkiraan masa subur dan perkiraan ovulasi dengan memasukkan data rata-rata durasi menstruasi kita dan siklus menstruasi kita. 
  3. Catatan lengkap yang berisi pilihan flow, moods, symptoms, weight and temperature, juga intercourse (makanya perlu password, haha) 
  4. Tampilan menarik dan mudah dibaca 
Cons: 
  1. Gak ada. Masa iya sih? Tapi saya sampai sekarang belum nemu. 

Saya udah pakai aplikasi ini sejak tahun 2014. Artinya memang sejak awal nikah. Dulu sempat browsing beberapa aplikasi lain, tapi ada kurangnya. Misalnya gak bisa memperkirakan masa subur, gak ada data-data rata-rata lamanya durasi menstruasi kita dll. Kalau kayak mood sama symptoms itu gak begitu butuh. Dulu saya suka nulis, jadi tahu seberapa parah sakit saya waktu itu. Tapi ke sini-ke sini mah males ya nulisin begituan. Akhirnya saya cuma kasih catatan aja, agak sakit, sakit sekali atau gimana. Males buka masing-masing part untuk milih. 

Selain itu, berkat aplikasi ini juga saya berhasil menunda kehamilan sampai 2 tahun waktu itu.

Well, kalau mau unduh aplikasi ini bisa dari link berikut ya: https://goo.gl/dXh9um

Duh, saya mau review aplikasi cerita pengantarnya panjang banget #ampuun #tutupmukapakejilbab #tutupmukapakebantal #tidurdeh


#Tantangan10hari
#level12
#KuliahBunsayIIP
#KeluargaMultimedia

No comments:

Post a Comment