Follow Us @avonturnetwork

Monday, February 12, 2018

Aneka Situs Kesehatan Anak #Level12 Day10

Pap syupap dubidu bidu...
Hahaha, ngapain sih mbok?

Jadi sebenarnya review hari ini itu mau melengkapi yang kemarin tentang milis sehat. Kenapa gak disatuin? Biar hari kesepuluh ada yang ditulis *tutup muka*. Soalnya saya hampir kehabisan ide ini. Saya belum download-download aplikasi untuk latihan anak lanang, soalnya anaknya belum 2 tahun, masih lebih asik aktivitas fisik dibandingkan main di hp. Saya masih sangat membatasi juga. Maksimal 10 menit per minggu. Walaupun kalau pura-pura main laptop ya tiap hari, wong laptop saya nyala terus. Selalu berusaha curi-curi waktu untuk kerja di sela menemani anak lanang main.

So here we are, beberapa situs favorit saya kalau anak lanan lagi demam. Nungguin anak demam sambil browsing baca-baca situs kesehatan. Soalnya kalau anak gak sakit, saya suka lupa bacanya. Kurang motivasi kayaknya. Nah, ketika anak sakit, baru deh mulai tertarik baca dan cari-cari berbagai informasi terkait sama penyakit yang diderita anak, atau penyakit lain sih. Seringkali saya random aja baca yang kira-kira menarik. 

Karena saya tergabung juga di milis sehat, jadi kadang saya cari penyakit yang lagi dibahas di milis untuk saya baca. Maksudnya kadang biar bisa nimbrung diskusi. Tapi sampai sekarang sayanya jarang komentar. Telat terus.. yang lain ilmunya udah update, saya mah tertatih-tatih membacanya. 

Kembali ke situs-situs kesehatan favorit. Ini semua direkomendasikan oleh dokter-dokter di Milis Sehat sebagai situs terpercaya dan bukan situs hoax. Di antaranya adalah:  
  1. Mayo Clinic https://www.mayoclinic.org/Ini salah satu situs yang cukup sering dirujuk di artikel Milis Sehat. Jadi ternyata Mayo Clinic adalah sebuah organisasi riset nirlaba terkait dengan riset di bidang kesehatan dan praktik kesehatan. Mayo Clinic ini memang mem-provide informasi untuk para pasien dan keluarga pasien menjadi lebih aware dengan penyakit yang dideritanya. Bisa jadi bahan diskusi juga dengan dokter yang merawat kita. (Ini akhirnya saya baca wikipedia tentang Mayo Clinic dan baca kolom about-nya juga, biasanya enggak dibaca-baca karena udah percaya sama dokter yang merekomendasikan. Nambah pengetahuan, Yeay!)
  2. AAP (American Academy of Pediatrics) https://www.aap.org. Ini adalah IDAI-nya Amerika. Ini cuma saya baca kalau saya lagi butuh banget cari pengertian dan pengobatan suatu penyakit, buat opini tambahan. Karena prinsipnya sama dengan IDAI di sini sih. Malah lebih gampang baca artikel di IDAI, karena bahasa Indonesia. Gak perlu loading lama. Tapi ya bagus juga buat tambahan pengetahuan kalau penasaran banget dengan pandangan dokter-dokter anak di Amerika terkait dengan hal-hal yang ingin kita ketahui. 
  3. CDC (Center for Diseases Control and Prevention) https://www.cdc.gov/. Ini juga situs kesehatan di Amerika. Tujuan dari situs ini memang sesuai dengan namanya pusat pengendalian dan pencegahan penyakit. Jadi ya memang menyediakan berbagai informasi kesehatan yang dibutuhkan masyarakat. 
  4. Baby Center https://www.babycenter.com/. Kalau ini langganan saya dari pas masih hamil. Masih saya pake sampai sekarang, buat ngitung umur anak lanang dalam bulan. Kalau bukan karena email dari Baby Center saya harus ngitung manual lagi jangan-jangan. Kalau apps, cuma dipakai pas hamil sampai setahun pertama. Habis itu gak pakai lagi kayaknya masalah storage. Kalau email masih dapat email terus tiap minggu terkait perkembangan anak. Dan saya senang karena masih dapet email. Dua email yang paling sering saya baca itu ya dari milis sehat sama baby center. Soalnya email pribadinya udah jarang banget di situ. Hahaha.. kebanyakan langganan. Untung facebook gak masuk situ. 
  5. IDAI (http://www.idai.or.id/). Ini situs yang dibuat oleh Ikatan Dokter Anak Indonesia. Dan ini situs resmi yang ditulis oleh dokter-dokter yang tergabung dalam organisasi IDAI. Sehingga bisa dipertanggungjawabkan. Sekarang bahkan bisa konsultasi via web IDAI juga. Sebelumnya saya cuma liat artikel-artikelnya saja. Jadi lebih punya alasan juga untuk berkunjung ke web IDAI. 


Tapi perlu diingat bahwa konsultasi via online TIDAK AKAN PERNAH BISA menggantikan konsultasi tatap muka. Dokter kan perlu melakukan anamnesis (wawancara riwayat penyakit dan gejala-gejala yang dialami pasien), memeriksa kondisi fisik yang sakit, memeriksa gejala dan tanda lainnya sebelum melakukan diagnosis. Makanya kalau mau konsultasi online itu adalah menanyakan penyakit tertentu treatment-nya gimana, atau kalau butuh pendapat tambahan. Tapi diagnosis tetap dilakukan dokter yang memeriksa dan bertatap muka. 

Kayaknya sudah cukup ya situs-situs kesehatannya. Nanti kalau saya nemu lagi saya update lagi di blog ya.

See you next time. 

No comments:

Post a Comment