Follow Us @avonturnetwork

Saturday, March 18, 2017

Tentang Mengapresiasi Kemandirian

8:24 AM 0 Comments

Weli, tiba juga masanya mengalirkan rasa. Rasanya melatih kemandirian anak bayi 9-10bulan? Waaaayyyyy to mah easier than train ourselves. Duh.

Their pure, tough, and soft hearted combine with the divine intelligence truly perfect. But for the adults like us, our separation from the Realitas truly made us not any good. We are too occupied with the secondary things that not baseline for our life.

Memang benar kata orang-orang bahwa anak menjadi guru kita. Semoga Tuhan membimbing jalan kami.

#aliranrasabunsay
#apresiasikemandirian
#IIP
#Kemandirian

Wednesday, March 8, 2017

Belajar Makan pakai Sendok

1:08 AM 0 Comments
Akhirnya setelah ditunggu-tunggu selama beberapa bulan, Anak Lanang sudah belajar memahami bahwa sendok itu alat untuk makan. Hari ini, untuk pertama kalinya Anak Lanang makan pakai sendok. Dengan bimbingan tangan Simbok tentunya, tapi dia mulai belajar menyendok kuah dan sop lalu mengarahkannya ke mulut. Walaupun kalau dibawa sendiri sih jadinya mandi kuah sop. :p 
Saya jadi ngerasa bersalah beranggapan Anak Lanang belum akan bisa makan pakai sendok sampai paling gak 1 tahun. T_____T  Beruntung karena Anak Lanang pilek (sakit kok malah beruntung?), saya jadi semangat bikinin sop--biasanya ogah-ogahan soalnya Bapaknya Anak Lanang gak suka sop. Nah, to eat soup require a spoon. Makanya saya pikir, "Sekalian lah belajar pakai sendok. Toh gak berhasil pun gapapa." Saya benar-benar meng-underestimate nih. Saya pikir Anak Lanang masih seperti 3 bulan lalu, sibuk ngemut dan gigitin sendoknya, instead of eating the food
But then congratulation to our baby boy.. Makannya masih mandi sop sih, tapi pasti ke depan akan semakin lancar menggunakan sendok. Nanti belajar pakai garpu juga berarti. Yeaaay.. Simboknya semangat. 
Ini ceritaku apa ceritamu? 

#IIP 
#InstitutIbuProfesional
#BundaSayang
#Bunsay
#ApresiasiKemandirian 
#Kemandirian 
#Day10 
#10dayschallenge 

#ChallengeDone

Tuesday, March 7, 2017

Simbok Galau

6:22 AM 0 Comments
Galau itu kalau anak lagi gak mau makan sendiri. Bukan, bukannya saya anti menyuapi. Saya juga suka menyuapi anak dan itu untuk memacu suasana makan yang menyenangkan. Misal dia mengarahkan makanan ke saya, terus saya makan makanannya. Nah, biasanya saya juga menyuapi makanan ke dia dan dia mau. Jadi main suap-suapan aja. Tapi yang bikin galau itu karena lagi main ke rumah orang tua, gak bawa kursi makan. Alhasil tiap makan duduk dipangku dan anak punya akses untuk "kabur" setiap habis menyuapkan makanan. Main-main dalam kondisi mulut penuh. Sesekali lupa dengan makanannya karena asyik main, nanti kalau ingat lagi baru balik ke pangkuan saya. Kalau dicegah malah teriak, melenting, atau menangis. Akhirnya saya bopong, lalu saya suapkan makanan ke mulutnya, sambil sesekali diajak jalan. Duh, pegel ya pinggang kalau nyuapin sambil gendong. Saya salut sama ibu-ibu yang bisa nyuapi sambil gendong sambil jalan-jalan atau berdiri dalam waktu paling tidak 30 menit. Saya gak sanggup. 
Dari awal alasan saya membiasakan anak duduk di kursi makan dan makan bersama karena saya gak bisa gendong sambil nyuapi. Saya sudah coba. Tapi karena saya gak bisa gendong pakai jarik--saya pakai SSC, terus gendongan sling pun udah di-packing rapi di kontainer--jadi ya gak mungkin gendong sambil nyuapi. Nah, kalau udah nginep 2 malam, waktu pulang anak saya jadi suka minta gendong kalau mau makan. Ketika didudukkan di kursi dia mengangkat tangan minta digendong. Hahaha, anak bayi bisa milih ya.. 
Tidak makan di kursi makan itu efeknya luar biasa. Karena tidak duduk di kursi artinya makan anak semakin sedikit [1]. Kalau disuapi sambil main, dia lebih fokus pada mainnya, makan pun waktunya molor sampai 40 menitan [2]. Waktu makan semakin panjang, artinya makanan kemungkinan semakin gak enak [3]. Makanan semakin gak enak, anak gak mau makan [4]. Anak gak mau makan, makanan dimakan Simboknya [5]. Simbok yang makan Simbok yang gonduuuud [6]. T_____T 
Jadi, karena masalah anak gak mau makan sendiri ini bukan karena anaknya--yah bukan karena tumbuh gigi, tidak enak badan, sakit, dsb--melainkan karena hilangnya kebiasaan makan sendiri di kursi makan, maka saya berusaha mengurangi porsi menginap itu. Main ke rumah kakek nenek seminggu satu atau dua kali, kalau bisa hanya satu kali jadwal makan, misal siang aja. Jadi biar anak kembali lagi terbiasa makan sendiri dulu. Karena akan ada masanya anak berontak dan gak mau duduk di kursi makan, akan ada masanya anak lari ketika disuruh makan, akan ada masanya anak makan lahap sesuai kemauannya sendiri. Tapi sekarang mumpung anak masih bisa 'manut' aja, ya dibiasakan dengan yang terbaik menurut orang tuanya saat ini. 
Semoga diberkahi dan diridhai. 

#IIP 
#InstitutIbuProfesional
#BundaSayang 
#Kemandirian
#ApresiasiKemandirian
#Day9 
#Onemoreday

#10dayschallenge

Monday, March 6, 2017

About Heart and Soul

10:40 AM 0 Comments
Hari ini saya terpana sejenak membaca salah satu quotes Jalaluddin Rumi, Sufi besar abad 13 yang mengingatkan hati saya. 
My dear heart, never think you are better than others. Listen to their sorrows with compassion. If you want peace, don't harbor bad thoughts, do not gossip and don't teach what you do not know. ~Rumi. 
Oh, love, ini tamparan bagi diri saya sendiri. Betapa hati ini seringkali dikotori dengan perasaan bangga atas sesuatu yang sebenarnya tidak kita miliki, merasa lebih besar daripada orang lain, padahal we are nothing, I'm nothing. Merasa bisa, sok bisa lalu sok mengajari orang lain. Bukan berarti kita tidak bisa mengajari, but sometime saya merasa saya perlu mengoreksi apa yang dilakukan orang lain. Silly me. 
Semoga Tuhan mengampuni saya. 
Rasanya saya sedang terjebak dalam tubuh perempuan usia seperempat abad, sementara hati saya ingin terbang dan bebas. Pikiran saya sedang berkelana ke mana-mana, and I can't help. Hanya beterbangan seperti burung terlepas dari sangkar, merasakan kebebaran pikiran menjelajah, but not with my body, not with my soul. 
Saya sedang membutuhkan sesuatu yang bisa membebaskan jiwa saya. Semoga saya segera menemukannya. 
_/|\_

#IIP 
#InstitutIbuProfesional 
#BundaSayang 
#Bunsay
#Kemandirian
#Apresiasi Kemandirian
#Challenge

#Day8

Every little thing counts

10:19 AM 0 Comments
Anak bayi memang pembelajar yang sangat cepat dan luar biasa. Sungguh, setiap harinya saya dibikin terkagum-kagum dengan perkembangannya. Seperti beberapa hari ini ia mulai membeo beberapa kata yang diucapkan orang-orang dewasa di sekitarnya, baik itu saya sendiri--simboknya, abahnya, kakek dan neneknya, tante dan omnya, atau orang lain. Misal kata jatuh, ia mengikuti dengan catho, aduh dengan atho, dada, baba, kalau menangis berteriak nda, yang kami asumsikan sebagai bunda, bisa menunjuk ke arah mana dia ingin menuju, memiliki barang-barang baru yang sangat menarik perhatiannya: currently kain pel, hahaha--anak baik mau bantu Simbok membereskan rumah. 
Sekarang sedang mau dititah beberapa langkah. Tapi suka-suka dia. Kadang lagi berdiri berpegangan pada kursi plastik, kursinya di dorong dia maju 3-4 langkah. habis itu merangkak lagi. Memang sedang fase-nya merangkak, makanya saya gak terlalu encourage untuk dia belajar jalan dengan dorong barang atau dititah, tapi dianya suka mau. Yang penting perbanyak aktivitas di lantai biar dia ekplore sepuasnya. 
Mainan favoritnya adalah di kulkas dan di rak buku. Dia suka 'memilih' makanan di kulkas dan 'memilih' buku yang entah kapan akan dibacanya :D Semua dikeluarkan, dijatuhkan, bahkan dilempar sambil teriak "catho!" as if semuanya jatuh. Dia excited sekali, jadi senang Simboknya juga. 

Mau tulis hal spesifik tentang perkembangan kemandiriannya sedang sangat bingung. Semoga selanjutnya ada ide. see you. 

#IIP 
#InstitutIbuProfesional 
#BundaSayang 
#Bunsay
#Kemandirian
#ApresiasiKemandirian
#Challenge

#Day7

Belajar makan dengan sendok

9:47 AM 0 Comments
Makan sendiri pakai sendok termasuk hal yang luput saya kenalkan. Sebenarnya ini karena emaknya malas masak makanan berkuah banyak semacam sop sih. Jadi anaknya makan pakai tangan aja, kan gak basah. Terus Anak Lanang demam dan pilek. Jadi mau gak mau emaknya bikinin sop untuk menunjang asupan cairannya, lagipula sop kan hangat di tenggorokan, biar cepat enakan badannya. 
Jadi, kan makan pakai sendok. sementara anaknya gak mau disuapi. Pegang sendok sendiri, sambil dipegangin juga sama Simbok. Daan, lancar ternyata makannya saudara-saudara. Ada tetes-tetes air ke baju Simbok, itu tak masalah. Simboknya sendiri amaze dengan kemampuan anak bayi 10 bulan makan sop pakai sendok. Walaupun kebanyakan dia hanya mampu menyendok kuah, karena isi sopnya berjatuhan kembali ke mangkok, tapi ya lumayan untuk anak yang baru pertama kali ini makan pakai sendok. Oh, my baby, so proud of you.. :* 

#IIP 
#InstitutIbuProfesional 
#BundaSayang 
#Bunsay
#Kemandirian
#Apresiasi kemandirian
#Challenge

#Day6 

Kembali Bekerja

9:45 AM 0 Comments
Sejak melahirkan saya cuti kerja. Cutinya sampai 6 bulanan. Soalnya sama suami diizinkan sih. Paling saya masih buat-buat tagihan dan mengurus bagian keuangan, tapi itu pun tak banyak. Kalau saya lagi pegang kerjaan Anak Lanang sama Pak Suami. Nah, beberapa minggu ini, saya putuskan kembali turun tangan dalam menjalankan bisnis. Karena kerjaan sedang banyak dan suami kewalahan, lalu saya pun mulai bisa gak ketiduran pas nyusuin nidurin anak. :D 
Jadilah saya kembali kerja. biasanya di jam anak tidur siang dan kalau malam setelah Anak Lanang lelap. biasanya setelah jam 8 sampai jam 11-an. 
Saya senang bisa mulai kerja lagi, karena ya semacam aktualisasi diri sih. Terus merasa jadi tahu perkembangan dunia. Karena saya kembali ke depan laptop, bisa  kerja, baca berita, dan lain-lain. 
Waktu tidur saya berkurang sedikit, tapi worth it sih. Jadi senang. :) 


#IIP 
#InstitutIbuProfesional 
#BundaSayang 
#Bunsay
#Kemandirian
#Apresiasikemandirian
#Challenge

#Day5

Jamur Krispi untuk Anak Lanang

9:34 AM 0 Comments
Makan sendiri bagi Anak Lanang sudah menjadi kebiasaan. Malah sampai sekarang kalau disuapi lebih sering gak maunya, karena mungkin jadi kurang menikmati. Kalau makan sendiri dia bisa menentukan makanan mana yang dimakan duluan, yang dimakan belakangan, yang tidak mau dia makan. Terakhir saya cobakan makan jamur krispi.
Sejak anak lanang 6 bulan, mulai MPASI, walaupun menurut buku resep boleh makan goreng-gorengan, saya belum kasih. Saya sih mikirnya saya aja yang udah gede suka gatel tenggorokan makan yang goreng-goreng gitu, apalagi anak bayi. Alhasil makanan rumy minim variasi, hanya di kukus dan rebus selama 1 bulan pertama makan, dan mulai panggang di bulan kedua. Baru makan goreng di usia 9,5bulan. Emaknya yang ngerasa berhasil memvariasikan menu kukus, rebus, dan panggang. :p 
Makan jamur krispi agak kesulitan, karena pada dasarnya jamur tiram kan agak alot, apalagi bagi bayi yang masih belajar makan. Tapi, untungnya Anak Lanang bisa mengatasinya. Awal-awal baru makan dimuntahin lagi, karena mungkin alot. Tapi selanjutnya berhasil dengan mulus. Malah sampai nambah 3 kali, dan sesi makan itu hanya makan jamurnya saja. Saya sediakan menu 4* lengkap seperti biasa, tapi yang lain gak laku. Sedang antusias dengan makanan baru mungkin ya. 

Note: untuk serial kemandirian ini saya tulis beberapa capaian kemandirian Anak dalam makanan, karena memang targetnya pada umur 1 tahun sudah makan table food dan makan sendiri. Jadi menu-menu tertentu yang sengaja tidak saya kenalkan terlebih dahulu--karena saya pikir gak bisa, ternyata mungkin kalau dari dulu ditawari bisa aja ya T______T. Pembelajaran buat emaknya. 

#IIP 
#InstitutIbuProfesional 
#BundaSayang 
#Bunsay
#Kemandirian
#Challenge

#Day2 

Put back things to where it belongs

8:38 AM 0 Comments
Saya dan suami sama-sama suka malas mengembalikan barang ke tempatnya. Akibatnya rumah kami berantakan, sangat. Nanti beres-beres seminggu sekali atau dua kali, tapi berantakan lagi. Jadi akan lebih sering rumah dalam keadaan berantakan daripada rapi. Ditambah lagi Anak Lanang mulai ingin mengambil semua barang, menjatuhkan, diambil lagi, dijatuhkan--sementara porsi yang diambil lagi jauh lebih sedikit daripada yang dijatuhkan. Udah bongkar-bongkar buku dari rak, ada 1 baris dijatuhkan semua dsb. Anak lanang makan sendiri, jadi sungguh menambah porsi berantakan yang sudah banyak. 

Untuk menanggulangi masalah itu, kami sepakat untuk mulai belajar mengembalikan barang kembali ke tempatnya semula. Untuk kebaikan kami sendiri dan Rumy. Agar kami tidak lagi sekadar menyembunyikan kekacauan, tetapi benar-benar merapikan. :D 
Jadi hari ini kami membereskan barang sendiri--tanpa bantuan orang lain, saling mengingatkan di mana kami meletakkan barang--untuk menghindari saling menyalahkan dan membongkar semua barang ketika membutuhkan sesuatu, dan berusaha untuk mengembalikan barang ke tempatnya semula. 
Doakan kami bisa konsisten. 

#IIP 
#InstitutIbuProfesional 
#BundaSayang 
#Bunsay
#Kemandirian
#Apresiasikemandirian
#Challenge

#Day4

Belanja bareng Anak Lanang

8:09 AM 0 Comments
Sejak menikah, saya jadi anak manja. Dulu kalau ditanya sama Mas Pacar (yang sekarang jadi Mas Suami), "Berani pulang sendiri?" karena merasa harga diri saya dicederai--lebai amat sih--saya pasti jawab, "Berani dong. Masa gak berani." Padahal itu udah lewat tengah malam--biasanya kalau habis ada acara/ kegiatan organisasi. Dan ya Mas Pacar sih percaya aja, jadi saya dibiarkannya pulang sendiri. Setelah menikah, saya merasakan nikmatnya jadi perempuan, ke mana-mana diantar suami. :D 
Jadilah semenjak punya anak, saya hampir gak pernah ke mana-mana kalau gak diantar suami, atau diantar orang lain (Bapak/Ibu/Adik) alasannya, bahaya kalau naik motor sama bayi berdua aja. Tapi lama-lama saya ngerasa kurang produktif. 
  1. Harus tunggu waktu suami senggang untuk antar saya. 
  2. Belanja sehari-hari harus 2 orang, padahal bisa dilakukan 1 orang.
  3. Saya gak bisa main sama temen-temen, karena harus nungguin suami antar, padahal suami gak selalu bisa antar. akibatnya saya jadi tunggu rumah aja. padahal saya pun bosan.
  4. Jadi jarang main.
  5. Jadi suka ngomel
  6. Jadi males ngapa-ngapain akibat kurang refresh.

Akhirnya saya belajar pergi sendiri. Dengan mempertimbangkan keamanan dan keselamatan bayi sebagai yang nomor satu, saya mengawali dengan pergi ke tukang sayur yang jaraknya sekitar 1 km. Lalu dilanjutkan ke rumah orang tua saya, 15 menit naik motor. Dan akhirnya saya bisa sendiri. Bahkan sekarang kalau mau ke pasar berdua Anak Lanang pun saya sudah pede. 
Ya walaupun kecepatan saya turunkan jauh. Kalau saya bawa motor sendiri, saya suka ngebut, karena itu  relieving dan sangat menyenangkan. Tapi sama anak bayi jadi 30 km/ jam, maksimal. Gak berani dan gak mau terlalu cepat. Karena kalau Anak Lanang bangun, sesekali saya sapa. Jadi harus super hati-hati dan waspada. :D 
Tapi ini pengalaman berharga buat saya. ke depannya saya pasti bisa ke mana-mana berdua Anak Lanang. bisa main dan jalan-jalan walau Pak Suami lagi sibuk. 

#IIP  
#InstitutIbuProfesional 
#BundaSayang 
#Bunsay
#Kemandirian
#Challenge
#Day3