Anak bayi melewati perkembangan yang luar biasa. Hari ini untuk pertama kalinya saya berani kasih Anak Lanang mi goreng. Tanpa gula dan garam tentunya. Menu kali ini saya samakan dengan menu simbok dan abahnya. Mi gorengnya dipadukan dengan kol, wortel, tomat dan cabe--punya Anak Lanang tanpa cabe. Daaan, ternyata Anak Lanang berhasil makan mie dengan lahapnya. Tanpa tersedak #yeaaay..
Teringat orang tua saya, kalau anak kecil mau makan mi sendiri, dipotong-potong sampai gak berbentuk mi. Padahal kenikmatan mi itu kan ada pada panjangnya itu, kalau gak panjang namanya apa dong? Hahaha.. Saya sengaja memberikan berbagai macam tekstur, bentuk, jenis makanan pada si Anak Lanang agar dia terbiasa kalau nanti diajak ngalam bisa makan berbagai macam makanan tanpa pilih-pilih. Itu sih harapan Simbok. Kalau nyatanya dia mau jadi anak yang pemilih dalam hal makan ya Simbok nerimo, tapi latihan makan berbagai macam makanan dulu ya sekarang mumpung belum menentukan sendiri #hihi
Sejak umur 6 bulan Anak Lanang sudah latihan makan sendiri. Bukan saya yang mau dia makan sendiri, tapi memang saya mengikuti kemauan dia untuk makan sendiri. Awal MPASI saya tawarkan semua jenis dan tekstur makanan, mulai dari bubur, nasi tim, sampai finger food. Anak Lanang milihnya finger food, kalau dikasih bubur, tangannya maunya pegang makanan habis itu kibas-kibas--mungkin risih karena buburnya lengket. Jadi habis itu simbok berinovasi di dapur--turun ke dapurnya baru setelah punya anak -____-
Karena memilih makan sendiri--dan saya anggap itu mengikuti kemauan bayi (baby led)--maka saya menuruti kemauannya. Saya kenalkan berbagai macam sayuran, protein: hewani dan nabati; karbohidrat, lemak tambahan, dan lain-lain. Pada akhirnya saya sendiri ternyata yang mendapat keuntungan: ketika anak makan Simbok gak disibukkan dengan menyuapi, tapi sibuk makan sendiri. Ternyata anak bayi makan sendiri gak semengerikan itu :)
Monday, February 27, 2017
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment