Nak Lanang senang sekali memperhatikan saya mengetik di depan komputer. Pertama karena memang dia penasaran dengan laptop yang bisa dibuka tutup, lalu keyboard yang bisa ditekan-tekan. Walaupun dia belum paham bahwa konsekuensi dari penekanan keyboard berpengaruh pada komputer itu sendiri, bahwa menekan keyboard tulisannya bisa sampai ke layar, dsb. Biasanya dia akan memencet beberapa keyboard sekaligus sehingga fungsi shortcut-nya bekerja. Alhasil saya kelabakan sendiri mau meng-lock windowsnya. hahaha
Tapi kalau di depan komputer, Nak Lanang pasti tampak sangat serius, memperhatikan layar, jemari di keyboard dan tampak mengetikkan sesuatu, walaupun gak ada apa-apa sih. Ditambah sesekali menggerakkan dan menekan mouse. Oh, my dia benar-benar mengamati apa yang saya lakukan di depan laptop. T____T
Antara mau nangis atau senang. Senang karena ini anak perhatian sekali terhadap hal-hal detail yang menarik perhatiannya, termasuk gaya dan ekspresi saya ketika mengetik.
Mau nangisnya karena masih bayi kok ya udah paham bahwa di depan komputer bisa melakukan sesuatu.
Ya memang gak bisa dipungkiri bahwa pekerjaan kedua orang tuanya yang mengharuskan duduk di depan laptop/ komputer cepat atau lambat akan memberikan pengaruh pada Nak Lanang. Tapi saya tidak siap dengan pengaruh yang secepat ini. Ini gimana sih caranya pause biar Nak Lanang gak paham dulu tentang komputer.
Keputusan untuk kerja di rumah biar fleksibel antara waktu kerja dan waktu untuk nemenin Nak Lanang main jadi saya pertanyakan lagi nih. Walaupun saya sendiri cenderung merasa ini keputusan yang tepat, karena ya saya bisa full time bareng Nak Lanang. Kalaupun bukan saya yang menemaninya, abahnya sendiri yang turun tangan. Jadi sama sekali bukan orang lain yang dititipi.
Ya begitulah suka duka kerja online di rumah.
Sunday, December 10, 2017
Mendongeng untuk Pembentukkan Karakter
Labels:
Bunda Sayang,
Day#7,
Fathimah,
IIP,
Institut Ibu Profesional,
Mendongeng untuk Pembentukkan Karakter
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment